SQL Server Indonesia User Groups Community suherman
Welcome to SQL Server User Group Indonesia
Sign in JoinHelp | Sign In Live ID

suherman

Share ur Knowledge
Change Data Capture (CDC)

CDC merupakan salahsatu fitur baru yang hadir dalam SQL Server 2008 keatas. Fitur ini dapat difungsikan untuk meng-capture perubahan yang terjadi pada table di SQL Server pada aktivitas Insert, Update dan Delete. tentunya hal ini akan sangat membantu seorang DBA saat melakukan suatu investigasi sebuah tabel, tidak perlu repot lagi dengan trigger, join query atau timestamp column untuk menangkap perubahan data.

Untuk dapat menggunakan fitur CDC. pertama kita harus meng-enabled-kan nya pada level database terlebih dahulu. berikut ini caranya. dalam contoh ini saya menggunakan database Adventureworks dan pastikan SqlServer Agent telah aktif.

use AdventureWorks
exec sys.sp_cdc_enable_db

lalu setelah code diatas telah di execute, kita cek hasil dengan query berikut

select is_cdc_enabled from sys.databases 
where name='Adventureworks'

Jika hasilnya 1, maka fitur CDC pada database adventureworks telah di enabled-kan.

Lalu kita berlanjut pada tahap selanjutnya yaitu meng-enabled-kan CDC pada level tabel dengan query sebagai berikut :

exec sys.sp_cdc_enable_table 
@source_schema='production',
@source_name='Culture',
@role_name='Culture_CDC'

Kemudian setelah code diatas telah di execute, kita bisa periksa apakah CDC telah di-enabled-kan dengan query berikut :

select is_tracked_by_cdc from sys.tables where name='culture'

jika hasilnya 1, maka fitur CDC pada tabel production.culture telah di enabled-kan.

Setelah kita mengaktifkan CDC pada level database dan table, akan ada perubahan pada System Tables di database Adventure works seperti pada gambar berikut :

CDC

mari kita coba beberapa transaksi terhdap table production.culture.

insert into Production.Culture
  (CultureID,Name,ModifiedDate)
  values
  ('id','Indonesia','2010-06-01 00:00:00.000')
  go
  update Production.Culture set
  Name='Ina' where CultureID='id'
  go
  delete from Production.Culture
  where CultureID='id'
  go

sekarang kita lihat bagaimana CDC merekam transaksi-transaksi diatas. saya menggunakan query terhadap table yang terbentuk di System Tables.

SELECT *  FROM cdc.production_Culture_CT

hasilnya adalah sebagai berikut :

image

pada field __$operation terdapat angka 1,2,3 dan 4. angka 1 mewakili aktivitas DELETE, angka 2 mewakili aktivitas INSERT, angka 3 mewakili UPDATE (before image) dan angka 4 mewakili aktivitas UPDATE (after image).

Jadi bila kita perhatikan pada row ke 2 dan 4. operation 3 lalu dilanjutkan ke operation 4. disitu tampak perubahan proses updatenya ada pada coloumn Name dimana ‘Indonesia’ berubah menjadi ‘Ina’.

Bila kita tidak memerlukan aktivitas CDC untuk table production.culture ini, dapat di disabled-kan dengan query berikut :

exec sys.sp_cdc_disable_table
  @source_schema='production',
  @source_name='culture',
  @capture_instance='production_culture'
  go

demikian, semoga bermanfaat.

HTTP Endpoints in SQL Server 2005/2008

ternyata di SQL Server 2005/2008 kita bisa membuat layanan data dalam media web services dan ajaibnya kita tidak perlu menginstall IIS dari Host SQL Server tersebut berdiri. bagaimana caranya ? mari kita coba sama-sama.

Pertama kita akan menyiapkan 2 buah method di web services yaitu method pertama menampilkan semua daftar product berikut informasi ROP (reorder point) nya.

Method kedua adalah menampilkan nama sebuah product bila kita mencarinya berdasarkan productID.

untuk kebutuhan method pertama kita tuangkan siapkan sebuah Store Procedure seperti berikut :

use AdventureWorks
go
 
create procedure dbo.sp_GetProductROP
as
select ProductID,Name,ProductNumber,
SafetyStockLevel,ReorderPoint from 
Production.Product
go

Kemudian untuk kebutuhan method kedua kita siapkan sebuah User Defined Function seperti berikut :

create function dbo.FnProduct(@productID int)
returns varchar(50)
as
begin
declare @Nama varchar(50);
select @Nama=name from Production.Product
where ProductID=@productID
 IF (@Nama IS NULL) 
        SET @Nama = 'TIDAK DITEMUKAN!'
    
    RETURN @Nama
end
go

Selanjutnya adalah kita membuat HTTP Endpoints nya sebagai berikut :

create endpoint GetProductROP
state=started
as HTTP
(
path=N'/ProductROP',
ports=(clear),
authentication=(NTLM, kerberos, integrated),
site=N'suherman-pc',
clear_port=80,
compression=disabled)
 
For SOAP
(
webmethod 'ProductROP'(
    name=N'Adventureworks.dbo.sp_getProductROP',
    schema=default,
    format=all_results),
webmethod 'CariNamaProduct'(
    name=N'Adventureworks.dbo.FnProduct',
    schema=default,
    format=all_results),    
Batches=disabled,
WSDL=Default,
Sessions=Disabled,
session_timeout=60,
database=N'Adventureworks',
namespace=N'http://adventureworks/ProductROP',
schema=standard,
character_set=XML
)

sebenarnya sampai langkah ini kita telah berhasil membuat layanan data dalam bentuk Web Services. akan saya buktikan di Visual Studio pada saat melakukan add Services Reference seperti dibawah ini

soap

seperti pada gambar, web services dapat dipanggil menggunakan address http://suherman-pc/ProductROP?wsdl yang memunculkan 2 buah operation method.

Selamat mencoba n semoga bermanfaat.

Cell and Column-Level Encryption

kadangkala kita menyimpan sebuah data kedalam sebuah tabel di database yang sifat datanya sangat rahasia misalnya menyimpan data username dan password dari pengguna sebuah aplikasi.

dalam artikel ini saya mencoba berbagi cara mengenai melakukan enkripsi dengan menggunakan asymmetric key.

pertama kita siapkan sebuah tabel T_Pengguna yang berisi field Fusername dan Fpassword

USE [AdventureWorks]
GO 
  
CREATE TABLE [dbo].[T_Pengguna]( 
[FUsername] [nvarchar](50) NOT NULL, 
[FPassword] [varbinary](max) NOT NULL, 
CONSTRAINT [PK_T_Pengguna] PRIMARY KEY CLUSTERED 
( 
[FUsername] ASC 
) 
) ON [PRIMARY] 
  
GO 

kemudian langkah selanjutnya kita buat terlebih dahulu asymmetric key nya terlebih dahulu.

create asymmetric key AsymKeyAdvWorks
authorization dbo with algorithm = RSA_2048 
encryption by password= N'P@ssw0rdYgB4ik' 

nah sampai sini kita bisa mulai ber operasi untuk melakukan enkripsi terhadap sebuah cell atau field. kita akan coba input 2 buah user :

Declare @Usrnme1 Varchar(50) = 'Pengguna_1'
Declare @UsrnmePsw1 Varchar(50) = 'PaswwordK3reN' 
Declare @Usrnme2 Varchar(50) = 'Pengguna_2' 
Declare @UsrnmePsw2 Varchar(50) = 'B4nJar8arU' 
  
insert into T_Pengguna values(@Usrnme1, 
ENCRYPTBYASYMKEY(ASYMKEY_ID('AsymKeyAdvWorks'),@UsrnmePsw1)) 
  
insert into T_Pengguna values(@Usrnme2, 
ENCRYPTBYASYMKEY(ASYMKEY_ID('AsymKeyAdvWorks'),@UsrnmePsw2)) 
  
go 

nah sampai sini kita telah berhasil melakukan enkripsi untuk Password-password tadi yang dimasukkan kedalam tabel T_Pengguna.

image

Mungkin untuk kasus ini sebenarnya tidak perlu dilakukan proses dekripsi. Namun apabila suatu waktu diperlukan perlakuan deskripsi field FPassword dapat dilakukan dengan T-SQL berikut :

select Fusername,CONVERT(varchar(max),
DecryptByAsymKey(ASYMKEY_ID('AsymKeyAdvWorks'), 
FPassword,N'P@ssw0rdYgB4ik')) as pw from T_Pengguna 

Ok, selamat mencoba !

Configure Database Mail

Database mail adalah sebuah fitur yang ada di SQL Server 2008 yang dimana dengan fitur ini kita dapat mengirim email melalui SQL Server 2008. Anda tidak lagi membutuhkan Etended MAPI, namun cukup dengan memiliki account SMTP saja bahkan menggunakan SMTP gratisan juga bisa seperti yang ada di yahoo, gmail atau hotmail.

Namun secara default fitur ini tidak aktif, anda harus melakukan mengaktifkannya. Baiklah mari kita mulai langkah-langkah mengaktifkannya.

langkah pertama adalah dengan membuat database mail account and profiles, hal ini dapat dengan mudah dibuat dengan menggunakan wizard yang telah disediakan. klik kanan pada Database Mail seperti pada gambar dibawah ini

image

mail1

klik Next

mail2

mail3


mail4

mail5

mail6

mail7

mail8

mail9

selanjutnya adalah kita akan melakukan konfigurasi database mailnya, jalankan T-SQL berikut seperti pada gambar dibawah ini

image

sekarang kita coba melakukan ujicoba kirim email dari SQL Server

image

maila1

maila2

coba kita cek sekarang, apakah email tersebut terkirim dengan baik ? kita dapat mencek nya dengan melakukan T-SQL Berikut :

USE msdb
GO
SELECT *
FROM sysmail_sentitems
GO

saya coba cek ke inbox tujuan, dan ternyata memang berhasil

maila3

 

Ok selamat mencoba dan semoga bermanfaat

Microsoft SQL Server 2008 R2 Best Practise Analyzer

saat ini telah hadir sebuah tools untuk mendiagnostik SQL Server 2008 atau SQL Server 2008 R2 yaitu Microsoft SQL Server 2008 R2 Best Practise Analyzer (08R2BPA).

tools ini akan membantu seorang Administrator database untuk memeriksa best practise dari Database server yang diasuhnya, tools ini akan membantu seorang admin untuk :

  1. Gathers information about a Server and a Microsoft SQL Server 2008 or 2008 R2 instance installed on that Server
  2. Determines if the configurations are set according to the recommended best practices
  3. Reports on all configurations, indicating settings that differ from recommendations
  4. Indicates potential problems in the installed instance of SQL Server
  5. Recommends solutions to potential problems

Tools ini dapat diinstal pada Windows vista keatas dan diperlukan 2 buah requirement yaitu :

  1. PowerShell versi 2.0
  2. Microsoft Baseline configuration analyzer V2.0

sedangkan Microsoft SQL Server 2008 R2 Best Practise Analyzer nya sendiri dapat didownload disini http://bit.ly/SS08BPA

untuk dapat menggunakannya, anda harus sebagai System Administrator Role di SQL Server yang anda akan analisa.

apabila telah diinstall 08R2BPA nya, maka proses analisa dapat dilakukan yaitu dengan menjalankan Microsoft Baseline Configuration analyzer 2.0 yang telah terinstall.

bpa1

select product nya yaitu SQL Server 2008 R2 BPA, kemudian klik tombol start Scan, lalu akan muncul form seperti ini :

BPA2

apabila hendak menganalisa instance default, masukkan paramater SQL_Server_instance_Name nya MSSQLSERVER , tapi bila bukan instance default, masukkan paramater nama instance nya. kemudian masukkan hal-hal yang akan dianalisa, dalam contoh saya diatas saya hanya akan menganalisa SQL Server Engine dan SQL Server Setup. Setelah itu tekan tombol Start Scan dan scanning akan berlangsung seperti gambar dibawah.

BPA2

 

 

setelah selesai, hasil analisanya akan tampak seperti ini

BPA3

dan ini contoh hasil analisa di category Configuration

BPA4

demikian semoga bermanfaat

SQL Server 2008 R2 Express

sqlserver2008R2

Pada 21 April 2010 telah diluncurkan edisi terkini dari SQL Server yaitu SQL Server 2008 R2. Tak lupa juga disediakan versi Expressnya.

Berbeda dari versi Express sebelumnya, pada SQL Server 2008 R2 mengalami peningkatan pada pembatasannya yaitu database size dinaikkan dari 4 GB menjadi 10 GB. Dengan naiknya kapasitas ini tentunya akan dapat lebih leluasa untuk membuat aplikasi kecil atau pada development environment.

Berikut ini adalah batasan-batasan yang ada di SQL Server 2008 R2 :

  1. Numbers of CPUs : 1
  2. Maximum memory utilized : 1 GB
  3. Maximum Database Size : 10 GB
  4. Replication : Subscriber only
  5. Mirroring : Witness only
  6. Hypervisor support

disediakan 3 buah edisi SQL Server 2008 R2 Express, berikut ini adalah edisi dan link downloadnya :

  1. SQL Server 2008 R2 Express with Advanced Services
  2. SQL Server 2008 R2 Express with Tools
  3. SQL Server 2008 R2 Express

Berikut adalah system requirement minimum yang dibutuhkan untuk instalasi SQL Server 2008 R2 Express:

  1. Operating System Windows Server 2003 keatas, Windows XP SP3, Windows Vista SP2
  2. 1 GB RAM (direkomendasikan 2GB RAM)
  3. 2.2 GB Free Space HD
  4. 1 GHz Processor atau yang lebih cepat lagi
  5. .Net Framework 3.5 SP1
  6. Windows Powershell 1.0
  7. Windows Installer 4.5
SQL Server 2008 Backup Compression

Sebenarnya teknologi kompresi untuk backup di SQL Server sudah lama ada, namun hanya bisa ditemukan di software-software third party.

Namun kini, fitur tersebut sudah dapat ditemukan di SQL Server 2008 tanpa perlu merogoh kocek lagi untuk bisa memiliki fitur Backup Compression.

Manfaat fitur Backup Compression ini adalah sesuai namanya mengkompresi file backup yang terbuat sehingga ukuran filenya akan lebih kecil dibanding dengan saat melakukan backup tanpa kompresi. Backup Compression bukan saja menghemat space backup storage, namun juga dapat menghemat waktu backup yang terjadi.

untuk lebih jelas lagi mari kita lakukan demo Backup dengan Compression dan tanpa Compression.

Pertama saya akan lakukan backup tanpa Compression dengan cara sebagai berikut :

BACKUP DATABASE AdventureWorks 
TO DISK  = N'C:\Backup\BackupAWTanpaDataCompression.BAK' 
WITH NO_COMPRESSION  
GO  
Hasilnya adalah sebagai berikut :
image

image

dari gambar diatas dapat dilihat bahwa Backup tanpa Compression pada database AdventureWorks dilakukan dalam waktu 11.881 seconds dan menggunakan space sebesar 174,169 KB.

Mari kita bandingkan kalo Backup ini dilakukan dengan Backup Compression. dilakukan dengan cara berikut :

BACKUP DATABASE AdventureWorks 
TO DISK  = N'C:\Backup\BackupAWDgnCompression.BAK' 
WITH COMPRESSION  
GO  
Hasilnya adalah sebagai berikut :
image
image
dari gambar diatas dapat dilihat bahwa Backup dengan Compression pada database AdventureWorks dilakukan dalam waktu 6.697 seconds dan menggunakan space sebesar 42,967 KB.
 
Akhirnya dapat disimpulkan bahwa dengan menggunakan Backup Compression, aktivitas akan menjadi lebih cepat dan juga menghemat backup space.
 
So, bagi rekan-rekan yang sudah memiliki SQL Server 2008, jangan sia-siakan fitur dahsyat ini.
 
[Free E-Book] Introducing SQL Server 2008 Feature : Mirroring

Akhirnya tercapai juga cita-cita saya untuk dapat menulis ebook tentang SQL Server 2008 Mirroring.

EBook ini berisi panduan untuk implementasi Mirroring di SQL Server 2008 dari mulai persiapan mirroring sampai penggunaan Configure Database Mirroring wizard. Dalam contoh-contoh di EBook ini menggunakan SQL Server 2008 Developer dan menggunakan database AdventureWorks.

mirror

Buku ini dapat didownload disini : http://bit.ly/9WndHs

Semoga bermanfaat.

Avoid the Restriction that Prevent Changing Tables in SQL Server 2008

Bagi rekan-rekan yang terbiasa menggunakan SQL Server 2000, merubah struktur data melalui SQL Server Enterprise Manager sangatlah mudah dan tidak ada pesan dari sistem yang membatasinya.

namun tidak di SQL Server 2008, secara default anda tidak dapat merubah struktur sebuah tabel dengan menggunakan SQL Server Management Studio (SSMS). Karena secara default setting ‘prevent changing tables’ itu dalam kondisi on.

image

Setting tersebut dapat dirubah dengan cara sebagai berikut :

  1. bukalah SSMS
  2. masuk ke tab Tools –> options…
  3. maka akan muncul jendela options. buka tab Designers.
  4. Lalu uncheck pilihan “Prevent saving changes that require table re-creation
  5. klik tombol OK.

options

Semoga bermanfaat.

Avoid Using Function in the WHERE Clause

Sepertinya ini adalah hal sepele, namun hal ini sangat berpengaruh terhadap performance dari sebuah query.

Misalkan saya akan meng-eksekusi 2 buah query yang berbeda namun akan menghasilkan recordset yang sama pada tabel Production.TransactionHistory di database AdventureWorks yang sebelumnya saya coba tambahkan sebuah index pada field TransactionDate.

Query 1 (Q1):

select TransactionID,TransactionDate from Production.TransactionHistory
where DATEDIFF(day,TransactionDate,GETDATE())>0

Query 2 (Q2):

select TransactionID,TransactionDate from Production.TransactionHistory
where TransactionDate<GETDATE()

pada Q1 tampak didalam klausa WHERE menggunakan sebuah function DATEDIFF() sebagai salahsatu metoda pemfilteran datanya sedangkan pada Q2 saya tidak menggunakan function apapun.

Berikut ini adalah Execution Plan Result nya untuk Q1 :

image

dan ini adalah Execution Plan Result dari Q2 :

image

ternyata, query yang menggunakan Function dalam klausa where akan menerapkan Index Scan yang seperti kita ketahui bersama bahwa sql server akan melakukan scanning data pages mulai dari pages pertama hingga pages terakhir.

Sedangkan Index Seek akan melakukan Scanning data pages pada pages yang terseleksi sehingga proses pencariannya lebih baik dibandingkan dengan Index Scan.

Pada data kecil ini mungkin tidak begitu terasa efeknya, namun akan sangat terasa sekali bila kita bekerja dengan Very Large Database (VLDB)

Microsoft Technology Update at STMIK Banjarbaru

Pada tanggal 10 April 2010 MUGI Banjarmasin diundang oleh kampus STMIK Banjarbaru untuk memberikan Seminar Pengenalan teknologi-teknologi terbaru Microsoft terhadap para dosen disana, jadi acara ini bersifat private hanya untuk para dosen kampus STMIK Banjarbaru.

Tujuan dari acara ini adalah untuk memberikan pengenalan terhadap teknologi-teknologi Microsoft yang terbaru dan diharapkan dapat menambah wawasan baru bagi rekan-rekan dosen disana.

Acara berlangsung dari Jam 10.00 Wita  sampai dengan Jam 16.00 Wita. Materi yang disampaikan adalah :

  1. Pengenalan Komunitas MUGI oleh Suherman
  2. Pengenalan Data Spatial di SQL Server 2008 oleh Suherman
  3. Pengenalan Teknologi ASP.NET oleh Ferry Kurniawan
  4. Pengenalan Teknologi Windows Mobile oleh Ferry Kurniawan

Berikut ini adalah dokumentasinya :

IMGP0153 IMGP0154

IMGP0170 IMGP0165

IMGP0167 IMGP0168

IMGP0181

Bahan presentasi Spatial di SQL Server 2008 dapat didownload disini

sedangkan dokumentasi lengkap ada disini http://www.facebook.com/album.php?aid=160424&id=756929894&l=9b3a0d40e3

Demikian laporan dari MUGI Banjarmasin. Salam dari MUGI Banjarmasin smile_wink

How to Disabled FILESTREAM

Melengkapi blog saya mengenai Enable FILESTREAM on the instance of the SQL Server Database Engine, berikut ini adalah bagaimana mengdisabledkan FILESTREAM :

  1. Klik Start –> All Programs –> Microsoft SQL Server 2008 –> Configuration tools –> SQL Server Configuration Manager
  2. Klik SQL Server Services
  3. Pilih Instance yang mana yang akan di Enabled kan fitur Filestream nya (pada sample, saya memilih instance SQLSRV2008),   lalu klik kanan, pilih Properties

    filestream1_50DF33C4

  4. Maka akan muncul dialog box, pilih tab FILESTREAM seperti berikut :

    filestream2_thumb_55F7045E 

  5. UnCheck option ‘Enable FILESTREAM for Transact-SQL access’ kemudian klik OK.
  6. Maka akan muncul peringatan berikut :

    mirror

  7. Setelah itu restart SQL Server instance.
Introducing SQL Server 2008 at Lambung Mangkurat University

Pada tannggal 13 Maret 2010 saya diminta oleh mahasiswa Ilmu Komputer Universitas Lambung Mangkurat Banjarmasin angkatan 2007 untuk memberikan sedikit sharing knowledge mengenai SQL Server 2008.

Untuk itu saya coba mengenalkan mereka pada SQL Server 2008 Developer. Kebetulan semua mahasiswa sudah mengikuti program Dreamspark, jadi saya tidak kesulitan mengenai kebutuhan software SQL Server 2008 Developer untuk peserta. Acara dimulai dengan materi menginstall SQL Server 2008 Developer.

Setelah penginstallan materi dilanjutkan dengan memberikan penjelasan mengenai fitur-fitur terbaru di SQL Server 2008. Setelah itu dilanjutkan dengan melakukan penjelasan mengenai teknik-teknik T-SQL sederhana dengan menggunakan  SQL Server Management Studio

Acara berlangsung dari jam 10.00 Wita sampai dengan 11.30  Wita. Peserta yang hadir ada 20 peserta.

Berikut ini dokumentasinya :

PIC_2313

SQL Server 2008 Auditing Features

SQL Server 2008 memiliki fitur Auditing. dengan fitur ini akan sangat membantu sekali kerja seorang DBA untuk mengawasi perilaku-perilaku yang terjadi pada server. Level audit bisa kita lakukan pada level server maupun level database. Dengan adanya fitur ini, DBA dapat melakukan tracking perubahan yang terjadi pada sebuah object database maupun server.

Berikut ini akan saya coba contohkan cara mengaktifkan Auditing di SQL Server 2008 dengan menggunakan SQL Server 2008 Management Studio.

Kasusnya adalah seperti ini. Saya akan coba merekam kejadian-kejadian DML (insert, update, delete) di database humanresources.departement pada database AdventureWorks. dalam contoh ini saya menggunakan SQL Server 2008 Developer.

langkah pertama adalah kita set sebuah SQL Server Audit yang baru dengan cara mengklik Instances –> Security –> Audits kemudian klik kanan pada Audits, lalu pilih New Audits… (lihat gambar).

audit1

lalu akan muncul dialog box seperti berikut :

audit2

kemudian saya isikan setiap parameter seperti gambar diatas, setelah itu saya klik tombol OK.

Setelah tombol OK diklik, kemudian kita enabled-kan Audit yang baru saja kita buat dengan cara mengklik Kanan pada audit yang terbentuk dan pilih Enabled Audit , seperti pada gambar dibawah ini :

audit3

yang kemudian akan muncul dialog box seperti berikut :

audit4

Karena ini merupakan Audit pada level Database, kita sekarang akan menset Database Audit Spesification untuk database AdventureWorks. caranya adalah Expand database AdventureWorks –> Security –> Database Audit Spesification, kemudian klik kanan dan pilih New Database Audit Spesification. Silahkan lihat gambar dibawah ini :

audit5

 

setelah itu akan muncul dialog box seperti berikut :

audit6

Name dan Audit saya isikan sesuai gambar, sedangkan untuk actionnya saya isikan sebagai berikut :

  1. Audit Action Type : UPDATE
  2. Object Class : OBJECT
  3. Object : HumanResources
  4. Object Name : Department
  5. Principal : Database Roles –> Public

Setelah itu saya klik OK. Saya saat ini coba berikut satu contoh saja yaitu untuk Audit Action Type UPDATE. Setelah itu kita Enabled kan Database Audit Spesification yang telah kita buat tadi dengan cara mirip dengan saat mengenabledkan New Audit.

Kalo anda cek saat ini di drive C:\audit yang telah kita set untuk Audit, akan terlihat sebuah File log baru yang bekekstensi *.sqlaudit.

sekarang saya akan mencoba untuk melakukan update statement pada tabel HumanResources.Department

use AdventureWorks
go
 
update HumanResources.Department 
set Name='Penjualan' where DepartmentID=3
go
 
update HumanResources.Department 
set Name='Sales' where DepartmentID=3
go

lalu untuk melihat aktivitas terhadap audit yang telah diterapkan pada tabel HumanResources.Departement dapat dilakukan dengan cara membuka audit log seperti gambar berikut :

Klik kanan pada Audit yang telah dibuat seperti tampak pada gambar berikut :

audit7

dan pilihlah View Audit Logs, maka akan muncul log file Viewer untuk melihat Audit Collection yang terjadi. tampak seperti gambar :

audit8

Tampak dari audit viewer ini kegiatan-kegiatan update yang terjadi pada Table HumanResources.Department di database AdventureWorks. telah tercatat adanya 2 kali kegiatan update. Statement update yang digunakan pun dapat diketahui dari sini dan oleh siapa.

Ok, selamat mencoba dan semoga bermanfaat.

Declarative Management Framework (DMF)

Declarative Management Framework adalah salahsatu fitur terbaru dari SQL Server 2008. Memiliki fungsi mirip dengan pengaturan policy di Windows, namun DMF ini dikhususkan untuk lingkungan SQL Server 2008. Dalam sample ini saya coba membuat sebuah aturan penamaan nama table di sebuah database.

Saya telah membuat sebuah video tutorial sederhana tentang fitur Declarative Management Framework yang telah saya upload ke youtube yaitu di http://www.youtube.com/watch?v=NuUdU-Ym7W8

 

[View:http://www.youtube.com/watch?v=NuUdU-Ym7W8]

More Posts Next page »