|
eat, sleep, breath, SQL
-
Hi All, SQL Server 2008 R2 yang merupakan rilis terbaru SQL Server telah tersedia sejak beberapa waktu dengan banyak fitur baru yang sangat menarik. Untuk menyambut SQL Server 2008 R2, kami mengadakan sebuah kompetisi berhadiah sebuah MSDN Subscription Ultimate Not For Resale senilai $11,899 untuk 3 orang pemenang! Caranya: Kompetisi ini terbuka untuk umum dan berlangsung sampai 30 September 2010. Pemenang yang beruntung akan diumumkan pada 1 Oktober 2010, berdasarkan banyaknya point yang diraih. Apabila Anda belum memiliki blog di SQLServer-Indo, segera daftar dengan cara mengirim e-mail kepada Kiki Rizki Noviandi di kiki.rizki.noviandi@live.com Sistem penghitungan: 1 blog bernilai 2 point, blog dengan tambahan sample code akan mendapatkan 2 point tambahan. Keputusan dewan juri tidak dapat diganggu gugat. Untuk mengetahui lebih detail mengenai MSDN Subscription, dapat melihat disini.
|
-
Beberapa hari yang lalu teman saya menelepon dan bercerita tentang SSIS package yang mengalami penurunan performance ketika ditambahkan Sort transformation ke dalam Data Flow Task yang dibuatnya. Well, hal tersebut memang dapat terjadi, dan beberapa literatur merekomendasikan untuk melakukan proses sorting data di database untuk data yang sangat besar, dan bukan di SSIS.
Yang mungkin akan menjadi pertanyaan Anda adalah: Sebetulnya apa yang terjadi ketika menggunakan Sort transformation? Kenapa performance-nya mengalami penurunan? Untuk menjawabnya, ada baiknya kita mengetahui arsitektur dan proses di belakang layar ketika SSIS bekerja.
Data flow engine, yang merupakan engine untuk melakukan proses ETL, menggunakan arsitektur yang disebut Buffer-Oriented Architecture yang melakukan proses load secara efisien dengan cara memanipulasi dataset di memory. Keuntungan dari pemrosesan di memory ini adalah agar kita tidak melakukan proses peng-copy-an dan penyimpanan data secara fisik pada setiap step transformasi data. Proses peng-copy-an secara fisik sering kali saya temui pada proses ETL di SQL Server 2000 dimana data disimpan sementara pada temporary table untuk kemudian ditransformasi supaya menghasilkan data yang diinginkan. Tentunya proses penyimpanan data sementara, lalu pengambilan data tadi untuk digunakan pada proses selanjutnya adalah hal yang membutuhkan waktu dan mengurangi performance. Akan tetapi hal ini dapat saya maklumi mengingat pada DTS di SQL Server 2000 transformasi yang disediakan lebih sederhana jika dibandingkan SSIS.
Kembali ke SSIS, data flow engine memanipulasi data ketika sedang ditransfer dari source ke destination. Ketika data mengalir melalui pipeline-nya, SSIS akan mencoba menggunakan kembali data dari buffer sebelumnya sebanyak mungkin ketika ada operasi tambahan yang harus dikerjakan. Bagaimana buffer digunakan dan digunakan kembali tergantung pada tipe transformasi yang digunakan di dalam pipeline.
Tipe transformasi yang pertama adalah Row Transformations, yang melakukan transformasi untuk memanipulasi data atau membuat field baru dengan menggunakan data yang tersedia pada row yang sedang ditransformasi. Contoh komponen SSIS yang melakukan row transformations adalah Derived Column, Data Conversion, Multicast, dan Lookup. Walaupun komponen-komponen tersebut menambahkan field baru pada row yang ditransformasi, row transformations tidak akan membuat row tambahan. Row transformations memiliki keuntungan yakni menggunakan kembali buffer yang telah ada dan tidak membutuhkan peng-copy-an data ke dalam buffer yang baru. Karena setiap row output memiliki hubungan 1 ke 1 dengan row input, row transformations dikenal sebagai synchronous transformation.
Tipe transformasi selanjutnya adalah Partially Blocking Transformations. Transformasi ini biasanya menggabungkan beberapa dataset input. Sebagai hasilnya, outputnya bisa jadi memiliki jumlah row yang sama, lebih besar, atau lebih sedikit dari jumlah row input. Contoh component yang merupakan partially blocking transformations di SSIS adalah Merge, Merge Join, dan Union All. Dengan partially blocking transformations, output hasil transformasi disimpan kedalam sebuah buffer baru dan sebuah thread baru kemungkinan akan ditambahkan ke dalam data flow. Karena jumlah row input kemungkinan tidak sama dengan jumlah row output, transformasi ini disebut asynchronous transformation.
Tipe transformasi yang terakhir adalah Blocking Transformations. Blocking transformations akan membaca dan mem-proses semua row input sebelum membuat row output. Dari semua tipe transformasi, transformasi ini adalah yang paling banyak bekerja dan dapat mempengaruhi resource yang tersedia. Contoh komponen SSIS yang termasuk di dalamnya adalah Aggregate dan Sort. Seperti partially blocking transformasions, blocking transformation juga bersifat asynchronous, dan ketika transfomasi-nya terjadi di data flow, sebuah buffer baru akan diciptakan untuk output-nya dan thread baru akan ditambahkan ke dalam data flow.
Jadi sekarang dapat kita pahami mengapa proses Sort yang dibuat oleh teman saya tadi menurunkan performance secara signifikan. Hal ini terjadi karena data flow engine SSIS mengumpulkan semua row input, lalu kemudian mengurutkannya sesuai dengan kriteria yang kita buat, baru setelah itu membuat row output. Ada banyak hal yang dapat kita lakukan untuk menghindari penggunaan component dengan tipe Blocking Transformastions yang membuat performance SSIS package yang telah kita buat tetap stabil, dan biasanya berbeda-beda tergantung case yang dihadapi. Salah satu yang biasa saya lakukan adalah melakukan sorting pada saat meng-extract data dari database.
|
-
Pada bulan Maret lalu MVP lead saya, Lilian Quek, mengundang kami –para MVP- untuk ikut serta dalam sebuah program bernama PC Talk. PC Talk adalah artikel yang membahas masalah yang berkaitan dengan teknologi Microsoft dalam bentuk percakapan antara dua orang. Orang pertama yang menanyakan masalah yang dihadapi dengan komputer dan orang kedua yang menjawab dan memberi tahu bagaimana memecahkan masalah yang dihadapi. Dari undangan tadi terkumpullah dua puluh orang MVP (wow!) yang ikut serta (termasuk saya), dan tugas kami adalah menerjemahkan sebuah artikel yang ada di PC Talk ke dalam bahasa Indonesia. Artikelnya sendiri akan terbit setiap bulan, dengan 20 artikel yang akan dipublikasikan setiap bulannya. Untuk Anda yang penasaran dan ingin melihat bagaimana hasilnya, dapat mengunjungi tautan PC Talk ini. Semoga bermanfaat.
|
-
Yup, you read that right! The most anticipated data platform, SQL Server 2008 R2 is officially released and the trial version can be downloaded here. For those of you who would like to know new features in these version, Microsoft Press has provided a great book called Introducing Microsoft SQL Server 2008 R2, the detail can be found here.  
|
-
Setelah melakukan konfigurasi Reporting Services dan SharePoint, kini kita sudah dapat men-deploy report yang kita buat dengan menggunakan Business Intelligence Development Studio (BIDS) ke dalam sebuah library yang ada di SharePoint. Pada kesempatan yang berbahagia ini (duh, berlebihan) saya akan menggunakan Adventure Works reports yang terdapat pada SQL Server 2008 sample.
Pertama saya akan membuat sebuah site yang berisi kumpulan reports dan datasource dengan nama Reports di SharePoint. Untuk Anda yang belum pernah bekerja dengan SharePoint, jangan khawatir, saya akan menunjukkan dulu bagaimana membuat sebuah site dan library di SharePoint. Sebagai catatan, Anda harus memiliki permission sebagai Owner untuk dapat melakukan hal ini.
Buka SharePoint dari browser, lalu pilih Site Actions > Create
Klik link Sites and Workspaces dari Web Pages
Beri nama Reports pada Title dan Reports. Buka tab Enterprise pada Select a template, lalu pilih Report Center. Setelah selesai, klik tombol Create.
Setelah selesai membuat site, kita akan menambahkan sebuah report library ke dalamnya. Klik Site Actions > View All Site Contents
Klik link Create pada toolbar
Pilih Report Library dari Libraries
Beria nama Adventure Works, lalu klik tombol Create
Sekarang proses deploy akan dimulai. Buka report project-nya dari BIDS, lalu buka property project dengan meng-klik kanan pada Adventure Works Sample Report, lalu pilih properties.
Ada tiga property yang harus diisi, yang pertama TargetServerURL, yang diisi dengan nama site yang tadi kita buat yaitu http://sharepoint/reports. Lalu TargetReportFolder yang diisi dengan alamat report library yang tadi kita buat, http://sharepoint/reports/adventure%20works. Dan yang terakhir yaitu TargetDataSourceFolder yang diisi dengan alamat data connection library, http://sharepoint/reports/data%20connections. Data connection library ini dibuat secara otomatis pada saat kita membuat site dengan menggunakan template Report Center. Property TargetDataSourceFolder optional untuk diisi, apabila kita kosongkan, data source akan disimpan pada folder yang sama dengan TargetReportFolder. Setelah selesai klik tombol OK.

Sekarang report project sudah siap untuk di-deploy, klik kanan pada project, lalu pilih Deploy
Setelah selesai, apabila kita membuka alamat TargetReportFolder dari browser, akan tampil report-report yang tadi kita deploy. Anda dapat membuka salah satu report dengan meng-klik link report pada library.
Sedangkan data source-nya tersimpan dengan baik pada library yang telah kita tentuka.

Untuk Anda yang mengalami kesulitan dalam mengintegrasikan Reporting Services dan SharePoint, ada sebuah blog yang mudah-mudahan dapat membantu.
|
-
Rasanya sudah cukup lama sejak bagian pertama untuk mengintegrasikan Reporting Services dengan SharePoint. Hingga akhirnya malam ini saya ditelpon oleh seorang teman saya yang ingin mengintegrasikannya (sorry yah Albert, jadi begadang di kantor). Jadi, mari kita lanjutkan dengan bagian keduanya.
Sebelum memulai, download dulu SQL Server Reporting Services Add-in for Microsoft SharePoint disini, lalu instal pada server SharePoint. Saya tidak akan menuliskan bagaimana langkah demi langkah instalasi-nya, tapi Anda dapat melihatnya disini.
Setelah selesai, buka Central Administrator dari Start > Administrative Tools > SharePoint 3.0 Central Administration
Buka tab Application Management, lalu klik link Grant database access pada bagian Reporting Services
Isi server name dengan nama report server yang telah kita set pada Reporting Services Configuration Manager, lalu klik OK.
Isi user name yang akan digunakan sebagai account reporting services lalu klik OK
Setelah selesai, klik link Manage Integration settings, isi Report Server Web Service URL dengan alamat report server, pilih authentication mode, kemudian klik OK
Walaupun secara default Report Server Integration Feature aktif pada Site Collection Features, tidak ada salahnya kita melakukan pengecekan terhadap statusnya. Buka SharePoint site Anda, lalu klik Site actions > Site Settings. Untuk melakukan ini tentu saja Anda harus memiliki permission sebagai administrator
Klik link Site Collection Features pada Site Collection Administration
Perhatikan feature Report Server Integration Feature. Apabila belum aktif, klik tombol Activate yang ada pada bagian kanan untuk mengaktifkan feature-nya.

|
-
Sebagai penggemar berat SQL Server Integration Services (SSIS), hal pertama yang saya cek setiap kali Microsoft mengeluarkan versi terbaru SQL Server adalah fitur baru apa yang ditambahakan di SSIS. Pada SQL Server 2008 R2, konon hanya akan ada satu feature baru yang akan ditambahkan yaitu opsi “Use Bulk Insert when possible” pada ADO .NET Destination. Opsi ini akan membuat insert data dengan menggunakan ADO .NET Destination seperti fast load yang terdapat pada OLE DB Destination. Yang harus diperhatikan adalah bahwa pada versi ini bulk insert-nya tidak generik untuk semua database, akan tetapi hanya men-support SQL Server saja –sama seperti fast load pada OLE DB Destination. Opsi ini sesungguhnya ditujukan untuk mendukung SQL Azure dimana ADO .NET adalah satu-satunya provider yang dapat digunakan untuk melakukan koneksi ke SQL Azure. Ini artinya ketika kita tidak perlu khawatir dengan performance SSIS ketika akan melakukan insert ke dalam sebuah SQL Azure database. Dengan atau tanpa fitur baru di SSIS 2008 R2 sejujurnya saya tidak terlalu kaget, karena sejak kemunculan SSIS di SQL Server 2005 SSIS telah menjadi data transformation platform yang solid dan dapat dengan mudah dikembangkan sesuai dengan kebutuhan dengan adanya Script Task, Script Component, dan SDK. Untuk info lebih detail mengenai fitur baru ini, Anda dapat membacanya disini.
|
-
Untuk Anda yang membutuhkan resource mengenai SQL Server 2008 R2, Microsoft telah mem-publish SQL Server 2008 R2 Update for Developers Training Kit yang dapat diunduh disini. Isinya: Nothing but the goodness of SQL Server 2008 R2. Ada slide presentasi, demo, hands-on labs, dan video mengenai fitur-fitur baru yang terdapat pada SQL Server 2008 R2. Lebih dari cukup untuk dijadikan bahan otak-atik selama satu bulan ke depan.
|
-
Apabila Anda membuka Report Manager pada Reporting Services 2008 R2 untuk pertama kali, akan terasa jelas perbedaan user interface-nya jika dibandingkan dengan Report Manager pada versi sebelumnya.
Perubahan user interface tidak berhenti disitu saja. Pada saat saya mengarahkan mouse pada folder atau report, akan muncul drop down menu yang dapat kita gunakan untuk mengakses pilihan konfigurasi folder atau report.
Hal ini tentu lebih memudahkan kita pada saat melakukan pengaturan properti sebuah report. Pada versi sebelumnya, saya harus membuka report-nya terlebih dahulu, yang artinya akan ada waktu tunggu pada saat report sedang di-render. Setelah report-nya selesai di-render, baru saya dapat membuka property report-nya. Pada Report Manager yang baru, saya dapat langsung membuka properti report dengan menggunakan drop down menu tadi.
Yang labih asyik lagi adalah tampilan baru repot pada saat di-render. Header report manager ditampilkan secara minimalis yang membuat report yang ditampilkan terkesan lebih besar dan luas.
Semua perubahan yang baru ini tentunya ditujukan agar kita mendapatkan pengalaman yang baik pada saat bekerja dengan Report Manager.
|
-
Beberapa waktu yang lalu saya mendapat tips yang sangat bermanfaat dari salah seorang teman. Kejadiannya bermula ketika kami ingin melakukan backup database SQL Server 2008 untuk di-restore di SQL Server 2000. Berhubung metoda backup-restore tidak berhasil digunakan, akhirnya diputuskan untuk meng-generate script database tanpa mengikutsertakan datanya. Akan tetapi kenyataan ternyata berkata lain, kami harus meng-copy datanya juga.
Ternyata, SQL Server 2008 Management Studio dibekali sebuah enhancement yang sangat penting jika dibandingkan dengan versi sebelumnya. Sekarang, ketika menggunakan Generate Scripts, kita diberi pilihan untuk meng-generate data-nya juga. Sepertinya Microsoft memang mendengarkan apa yang menjadi keluhan customer-nya (termasuk saya) selama bertahun-tahun.
Sembari melihat bagaimana hal ini dilakukan, saya akan mengajak Anda untuk melihat kembali bagaimana me-generate script sebuah database. Dari Object explorer, klik kanan pada database, lalu pilih Tasks > Generate Scripts…
Klik Next pada step Welcome to the Generate SQL Server Scripts Wizard
Pilih database-nya, lalu klik Next pada step Select Database. Pada contoh kali ini saya akan memberi tanda centang pada Script all objects in the selected database agar semua object yang ada di database -seperti table, view, dan login- ikut ter-generate semua.
Pada step Choose Script Options-lah Anda baru dapat melihat perbedaan dengan versi sebelumnya. Perhatikan pada Table/View Options, terdapat pilihan Script Data untuk meng-generate script data. Opsi ini akan menghasilkan insert statement pada saat generate script. Pilih True pada option-nya, lalu klik Next.
Pada step Output Option, pilih Script to New Query Window lalu klik Next
Klik Finish pada Script Wizard Summary lalu biarkan proses generate script dimulai.
Hasilnya… seperti yang dapat Anda lihat pada gambar dibawah, data-nya pun ikut ter-generate.

|
-
Pada tulisan sebelumnya saya telah menyebutkan beberapa hal yang dapat kita lakukan ketika tidak dapat connect ke sebuah database server, diantaranya adalah melakukan pengecekan port SQL Server di Firewall. Kali ini saya akan membahas langkah-langkah agar port SQL Server tidak di-blok oleh Firewall. Konfigurasi ini dilakukan dengan menggunakan Windows 7, untuk versi Windows yang lainnya mungkin akan sedikit berbeda, akan tetapi seharusnya prinsipnya tetap sama.
Untuk mengetahui port yang digunakan oleh SQL Server, Anda dapat menggunakan SQL Server Configuration Manager. Buka SQL Server Configuration Manager > SQL Native Client 10.0 Configuration > Client Protocols, lalu buka property TCP IP. Port yang dipakai SQL Server dapat dilihat pada bagian Default Port.
%2073DFFD92.png" width="642" height="484" />
Setelah mengetahui port-nya, langkah berikutnya adalah membuat Firewall agar mengijinkan port tersebut diakses dari luar server. Windows Firewall dapat dibuka dari Control Panel > Windows Firewall. Kemudian pilih Advanced setting pada bagian kiri
Klik kanan pada Inbound Rules, lalu pilih New Rule…
Pilih Port pada Step Rule Type kemudian klik Next
Pada step Protocol and Ports, pilih TCP pada bagian Does this rule apply to TCP or UDP?, pilih Specific local ports pada Does this rule apply to all local ports or specific local ports?, masukkan port SQL Server tadi pada Specific local ports lalu klik Next
Kemudian pilih Allow the connection pada step Action lalu klik Next
Pada step Profile, beri centang pada semua pilihan agar SQL Server dapat diakses ketika Anda terhubung pada jaringan Domain, Private, ataupun Public. Setelah itu klik Next
Pada step Name, beri nama rule yang Anda buat lalu klik Finish. Sebagai contoh saya memberi nama SQL Server.
Setelah selesai, rule baru tadi akan tampil pada Inbound Rules dan SQL Server Anda sudah dapat diakses dari computer lain.

|
-
Mungkin itulah salah satu error yang paling sering ditanyakan oleh rekan-rekan di milis SQLServer-Indo. Error ini terjadi pada saat kita akan melakukan koneksi ke sebuah database server.
Ada beberapa hal yang dapat kita lakukan untuk men-solve error tersebut, dan berikut adalah beberapa diantaranya:
1. Cek status server
Mungkin ini kedengarannya sederhana, tapi kita harus memastikan bahwa database server tujuan kita sudah dinyalakan. Selain itu kita harus memastikan tidak ada masalah pada jaringan LAN. Untuk mengecek-nya kita dapat menggunakan perintah ping pada command prompt.
2. Cek status database engine
Cek status database engine dengan menggunakan SQL Server Configuration Manager dan pastikan service database engine telah berjalan.

3. Check Status Protocol Named Pipes SQL Server
Check status Shared Memory, Named Pipes, dan TCP/IP menggunakan SQL Server Configuration Manager dan pastikan status-nya Enabled.
%207881A396.png" width="644" height="141" />
4. Check Firewall
Lakukan pengecekan di firewall untuk melihat apakah port yang digunakan oleh SQL Server di-blok atau tidak. Secara default, SQL Server menggunakan port 1433. Pastikan port tersebut dibuka agar koneksi ke SQL Server dapat dilakukan dari luar server. Pada gambar dibawah saya menambahkan sebuah Inbound Rules dengan nama SQL Server yang membuka port 1433.

|
-
Seperti yang sudah direncanakan dan diumumkan beberapa waktu lalu, akhirnya pada 18 Februari 2010 monthly meeting SQL Server User Group digelar dengan baik dan lancar. Apabila biasanya monthly meeting diadakan di MS Auditorium, kali ini acara digelar di kantor Ebiz Cipta Solusi yang terletak di Mega Kuningan. Hal ini dikarenakan MS Auditorium yang selalu fully booked digunakan untuk berbagai keperluan.
Acaranya sendiri agak telat dari jadual akibat hujan yang mengguyur dengan deras beberapa menit sebelum acara dan membuat bapak ketua kita, Kiki Rizki, terlambat tiba di tempat. Akhirnya pada pukul 17.30 acara dibuka dengan sambutan dari Hendra Eka Putra. Setelah itu, Kiki memulai session dengan membawakan T-SQL Enhancement in SQL Server 2008. Session yang menarik karena Kiki mendemokan beberapa T-SQL baru yang terdapat di SQL Server 2008.
Setelah session-nya berakhir, kami break sebentar untuk sholat Maghrib bagi yang muslim dan dilanjutkan dengan menyantap hidangan yang telah disediakan. Special credit untuk Naren yang telah memesan dan menyediakan makanannya.
Pada pukul 19.00 acara dilanjutkan oleh saya yang membahas mengenai SQL Azure. Pada session ini, saya sempat membagikan sebuah DVD SQL Server 2008 kepada salah seorang peserta acara, Heru, yang menanyakan mengenai perbedaan Azure dan cloud computing services lain yang tersedia di pasar.
Session terakhir diisi oleh David Pakpahan yang men-demokan report many-to-many yang pernah ditanyakan oleh salah seorang member milis SQLServer-Indo beberapa waktu lalu. Session ini juga merupakan session terakhir bagi David yang sebentar lagi akan meninggalkan Indonesia untuk bekerja di Australia. David juga sempat membagikan sebuah DVD Windows 7 Ultimate kepada Cahyo yang berhasil menjawab pertanyaan mengenai perbedaan SSRS 2008 dan SSRS edisi sebelumnya dengan benar.
Bagi yang telah berkesempatan meluangkan waktunya untuk datang ke acara, kami mengucapkan banyak-banyak terima kasih dan meminta maaf apabila banyak kekurangan baik sebelum, selama, dan setelah penyelenggaraan.
Bagi yang berhalangan hadir, kami tunggu kedatangannya di Monthly Meeting berikutnya.
 
|
-
Hi All, Dengan ini Komunitas SQL Server Indonesia mengundang rekan rekan IT pro, DBA, Developer serta para pemerhati IT untuk dapat hadir dalam acara SQL Server Indonesia Community Event - SQL Server Day. yang akan menyajikan update dan sharing technology terbaru dari SQL Server 2008 khusus bagi Komunitas IT Pro, DBA, Developer di Indonesia Seperti SQL Server 2008 R2, Gemini Add on dan SQL Server Reporting Service 2008.
Acara ini akan dilaksanakan pada : Hari : Kamis, 18 Februari 2010 Waktu : 16.30 - 19.30
Tempat : Ebiz Cipta Solusi The East Building 16th floor, #1601 Jl. Lingkar Mega Kuningan Kav. E3.2 No. 1, Jakarta 12950
Agenda Acara : Dengan menampilkan para pembicara dari kalangan praktisi IT, SQL Server Community Leader dan Microsoft MVP Seperti : - Narendra Wicaksono, Microsoft Indonesia - Kiki Rizki Noviandi, MVP SQL Server - Hendra Eka Putra, Ebiz - MVP SQL Server - Hendrik Sudianto, Ebiz - MVP SQL Server - David Pakpahan, SQL Server Indo Group Leader
Untuk melakukan reservasi dan registasi ke silakan kirim e-mail ke event.sqlserver-indo@live.com
Cheers

|
-
Pada saat sedang training SharePoint 2010 di Singapura 25-29 Januari lalu saya mendapat kesempatan yang cukup langka, yaitu mengikuti SQL User Group Meeting yang diadakan pada 28 Januari di MS Singapura. Penyelenggara dan pengisi acaranya sendiri saya yakin sudah tidak asing lagi untuk community SQLServer-Indo, yaitu Mas Muhammad Choirul Amri, atau yang lebih ngetop dipanggil MCA.
Acaranya sendiri dimulai pada pukul 19.00 hingga 20.30 dengan jumlah peserta yang cukup banyak sekitar 30 peserta. Pada kesempatan kali ini MCA membawakan topik yang cukup menarik, yaitu mengenai BI Enhancement SQL Server 2008 R2. Mulai dari konsep Self-Service Business Intelligence, fitur-fitur baru SQL Server Reporting Services, hingga bagaimana melakukan Power Pivot di Excel dan SharePoint, dan membuat report dengan Report Builder 3.0.
Satu hal yang patut diacungi jempol dan kita tiru adalah bagaimana acara ini dilakukan secara konsisten setiap bulan dengan persiapan yang cukup dan pemilihan materi yang berbeda setiap bulannya walaupun beberapa group leader-nya telah pindah menjadi employee Microsoft. Jadi praktis pada saat ini group leader-nya hanya MCA. Super! Semoga kita dapat mencontoh apa yang dilakukan oleh rekan-rekan kita di Singapura yah. :)
Berikut adalah beberapa foto dari acara tersebut.

|
More Posts Next page »
|
|
|