SQL Server Indonesia User Groups Community A Blast From The Past - drowned in code

SQL Server Indonesia User Groups Community

SQL Server Indonesia User Groups Community
Welcome to SQL Server Indonesia User Groups Community Sign in | Join | Help
in Search

drowned in code

eat, sleep, breath, SQL

A Blast From The Past

Minggu lalu saya ikutan quiz Seperti Dosen JTK siapakah kamu? di Facebook dan hasilnya:

Bpk Dewa Gede Parta
Dosen yang memiliki logika pemikiran matematika diatas rata-rata. Dosen yang memberikan pembelajaran tidak secara sequensial, tetapi bertujuan agar mahasiswa mendapatkan hasilnya setelah mahasiswa tersebut dibuat pusing terlebih dahulu. Bpk Dosen ini memiliki prinsip "sekali jebred", yaitu apabila suatu masalah dapat dimodelkan sebagai model matematika, mengapa tidak dapat digunakan rumus yang hanya satu kali pencet enter saja.

JTK adalah singkatan dari Jurusan Teknik Komputer, jurusan yang saya ambil pada saat mengambil kuliah diploma di Politeknik Negeri Bandung dan Pak Dewa adalah dosen sekaligus Ketua Jurusan pada saat itu. Saya ingat pada bulan-bulan pertama beliau mengajar saya dan teman-teman selalu bingung dengan metode pembelajarannya. Yang beliau lakukan hanya masuk ke kelas, lalu bercerita panjang lebar tentang banyak hal dan sedikit sekali menyinggung soal mata kuliah.

Di akhir semester saya mulai memahami gaya mengajarnya yang unik itu adalah agar kita tidak terbiasa menggantungkan pengetahuan dari para dosen, tetapi belajar untuk mandiri dalam mempelajari setiap hal. Selain itu juga beliau selalu menekankan pentingnya algoritma pada saat kita coding, terbiasa menulis algoritma di kertas, men-trace-nya di kertas juga, untuk kemudian apabila algoritma tadi telah selesai dan menghasilkan output yang diinginkan barulah menggunakan komputer untuk mengetes hasilnya.

Pada saat mengerjakan tugas akhir saya mengambil judul "Pengenalan dan Pemeriksaan Tanda Tangan dengan Menggunakan Neural Network" dan meminta beliau untuk menjadi dosen pembimbing. Setiap kali bimbingan saya nggak pernah diajari soal neural network ataupun image processing. Dari beliau, saya belajar bahwa dalam menghadapi sebuah persoalan, pertama-tama saya harus mengetahui dulu apa sih persoalan yang saya hadapi. Apabila sudah mengetahuinya, hal selanjutnya yang harus dilakukan adalah mencari cara paling tepat untuk menyelesaikannya. Jika cara yang akan dilakukan salah, kemungkinan untuk menyelesaikannya menjadi kecil. Setelah selesai barulah mendevelop (coding) solusi untuk menyelesaikannya, dan coding adalah bagian paling mudah dalam proses penyelesaian masalah. Dan itulah yang saya lakukan untuk menyelesaikan tugas akhir saya tadi, dan walaupun saya menyelesaikannya dalam waktu yang lebih lama (lewat dua bulan) dari teman-teman kuliah saya yang lain, tapi saya merasa senang sekali melakukannya.

Beberapa waktu lalu saya sering membantu manager saya mewawancarai orang untuk proses penerimaan employee di kantor, dan tugas saya adalah memberikan soal-soal teknikal sederhana seperti algoritma dan database fundamental. Saya terkejut dengan banyaknya calon employee yang tidak mengetahui bagaimana caranya membuat algoritma ataupun men-trace-nya. Yang lebih buruk adalah mereka tidak memahami soal yang diberikan sehingga kebanyakan isi algoritma-nya adalah if-then-else.

Belakangan ini di milis/forum yang saya ikuti, saya sering menemui beberapa member yang selalu menginginkan jawaban yang paling benar dan pasti dari pertanyaan yang diajukannya dan sepertinya malas untuk membuka-buka Books Online atau MSDN. Yang saya tahu, milis dan forum digunakan untuk membantu saya mengetahui cara untuk menyelesaikan masalah, bukan untuk menyelesaikan masalah. Saya selalu berpikir apabila ada orang yang menggunakan milis untuk menyelesaikan masalahnya, untuk apa dia bekerja, dan untuk apa bos nya menggaji orang tersebut untuk bekerja di perusahaannya? Kenapa nggak mengganti orang tersebut dengan orang-orang di milis yang dapat menyelesaikan masalahnya? Terlebih dengan adanya resesi global sekarang ini sebuah perusahaan biasanya dituntut untuk melakukan efesiensi, dan itu biasanya berarti pengurangan employee.

Kedua hal diatas mengingatkan saya pada Pak Dewa dan cara mengajar beliau. Saya merasa sangat beruntung bertemu dan belajar dari beliau dan nggak pernah merasa menyesal karena dulu saya nggak bisa masuk PTN atau hanya memiliki ijazah diploma.

Comments

No Comments
Powered by Community Server (Commercial Edition), by Telligent Systems