Waktu ikut bantuin bos kasim bikin e-book buat project otak untuk sub topic business intelligence bareng yudhi, kita sempet kepikiran buat bikin sebuah skenario yang menjadi benang merah antara SSIS, SSAS, dan SSRS. Sayangnya, karena keterbatasan waktu kita berdua mengerjakannya dengan sangat menyesal akhirnya skenario itu dibatalkan.
Dalam skenario itu, dikisahkan tentang seorang penjual voucher telpon seluler yang memiliki beberapa kios di seputaran jakarta. Di sore hari setelah kios tutup, para pemiliknya mengirimkan sebuah file berbentuk csv yang berisi data-data penjualan pada hari tersebut dan pemesanan voucher untuk esok hari kepada si penjual voucher via e-mail.
Setelah e-mail nya diterima, si penjual menyimpannya di dalam sebuah folder lalu menggabungkan dan mulai menghitung berapa banyak voucher yang terjual pada hari itu dan berapa banyak voucher yang harus dikirimkan ke kios di keesokan harinya.
Bayangkan betapa banyaknya waktu yang dibutuhkan untuk menyimpan attachment file csv yang terdapat di e-mail, menggabungkannya dan kemudian menghitung penjualan dan kebutuhan setiap kios. Hal ini menyebabkan si penjual tidak memiliki waktu untuk membuat strategi dalam mengembangkan usahanya.
Dan kita akan membantu memecahkan masalah yang dihadapi si penjual dengan Business Intelligence menggunakan fitur-fitur yang terdapat pada SQL Server.
Pada blog berikutnya saya akan mulai mencoba membuat analisa dari kisah si penjual voucher diatas.